Sabtu, 24 November 2012

Lagu-lagu daerah mulai kehilangan eksistensinya??? Apa iya???

Banyak orang sekarang malah lebih memilih kebudayaan Negara lain dibanding dengan kebudayaan negaranya sendiri, salah satunya kebudayaan asli Indonesia, misalnya lagu-lagu daerah. Dulu ketika kecil kita dikenalkan dengan banyak lagu-lagu daerah kita masing-masing, dan kebanyakan pada hafal dengan lagu-lagu daerah itu. Namun sekarang, mulai dari anak kecil sampai dengan dewasa jarang yang melestarikan lagu-lagu daerah. Kalau orang tua sich masih pada hafal dengan lagu-lagu daerahnya, namun apabila generasi penerusnya tidak pada melestarikan, akankah lagu-lagu daerah itu akan hilang dari budaya kita???
Pertanyaan di atas yang harus kita cari solusinya bersama, supaya lagu-lagu daerah tetap disukai banyak kalangan masyarakat mulai dari anak-anak sampai dengan dewasa bahkan sampai tua nantinya. Saat saya kecil dulu, lagu-lagu seperti ‘Gundul-Gundul Pacul‘Cublak-Cublak Suweng’ karena saya dari Jawa, masih erat di telinga karena banyak anak-anak yang menyukai lagu-lagu tersebut dan banyak yang menyanyikannya.
Tapi lihatlah sekarang, dari anak-anak saja sudah menyukai sampai malah hafal dengan lagu-lagu pop yang seharusnya diperuntuhkan bagi mereka yang remaja ataupun dewasa. Lagu pop buat anak-anak okelah tidak apa-apa, namun kalau lagu Grup Band, Boy Band ataupun Girl Band, akankah itu cocok dengan kondisi jiwa anak-anak??? Akankah lebih baik jika anak-anak kita kenalkan dengan lagu-lagu daerah???
Seharusnya mulai sekarang, mulai dari rumah yaitu tugas orang tua untuk lebih mengenalkan dengan lagu-lagu daerah ketimbang lagu-lagu yang belum pas dengan usianya itu. Kalau dari sekolah tugas guru-guru untuk lebih memperkenalkan anak didiknya akan lagu-lagu daerah supaya mereka melestarikan budaya asli Indonesia ini.
Dengan peran serta orang tua dan guru di sekolah, maka lagu-lagu daerah akan tetap eksis dan dikenal oleh anak-anak, remaja, sampai dengan dewasa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar