Pada
hari ini tanggal 17 November 2012 aq dan teman-teman sejurusan
mengadakan refreshing setelah 2 minggu menjalani UTS di Fakultas Agama
Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) ke Goa Cerme. Goa
Cerme adalah salah satu obyek wisata yang ada di dusun Srunggo, desa
Selopamioro, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul. Obyek wisata ini
berupa goa yang panjangnya kira-kira 1,5 km. Dengan kedalaman air yang
paling dalam adalah seleher orang dewasa jika sampai ke air yang paling
dalam, namun sama pemandu tidak dilewatkan di air yang paling dalam itu
karena dikhawatirkan pada tenggelam. Stalaktit dan Stalagmit di goa ini
dikenal sebagai stalaktit dan stalagmit yang paling bagus di antara
goa-goa yang ada di Bantul, Jogja, dan sekitarnya.
Nah kisahnya berawal dari aq dan teman-teman masuk secara bareng-bareng ke dalam goa ini, kami ber-6 antara lain aq, bani, fauzi, nurdin, ahmad, dan yulia masuk secara nyantai dan niatnya mau menikmati keindahan dan ketakjuban goa ini. Tak disangka malah kami ketinggalan dari rombongan yang di depan, padahal pemandu berada di depan. Saat itu kami semua belum bingung, gimana ini ya malah kehilangan jejak teman-teman rombongan kami dan pemandu? Namun si bani berkata begini "ayo kita terus saja, aq dulu lewat sini kogg" kata si bani. Dan kami pun percaya, karena si ahmad juga bilang "kita yakin saja, Insaallah ini jalan yang benar untuk sampai ke jalan keluar dari goa ini.
Setelah itu kami lanjut perjalanan menyusuri goa ini dengan basah-basahan dan tiba-tiba kami sampai ke tempat yang sempit dan banyak lumpur di bawahnya, kami bingung namun masih saja melanjutkan perjalanan. Ruangan yang sempit dan kami hanya bisa merangkak untuk menyusurinya diserati banyak lumpur yang ada di bawah, sampai baju dan badan kami penuh dengan lumpur. Di ruangan ini air sudah sedagu, tapi kami masih jalan terus. Dan secara tiba-tiba air yang ada di depan kami sudah sampai rambut disertai banyak kelelawar jika kami tetap maju terus. Nah disinilah kami mulai sadar kalau kami KESASAR. Tanpa pikir panjang lagi, kami langsung balik ke jalan awal masuk ke goa ini. Niat mau balik udah dapat jalan setengahnya dan Alhamdulillah ketemu sama pemandu lain yang membawa rombongan lain. Kami langsung mengikuti rombongan ini dan lewat jalan yang tadi lagi, rupa-rupanya di jalan tadi yang benar adalah naek ke atas tidak masuk ke ruangan yang sempit itu. Dari sinilah kami semua berkata. "ealah ternyata salah jalan kita mulai dari tow,, aseemmm jannn".
Karena kami sudah bersama pemandu lain lagi, langsung kami bersemangat untuk menyusuri goa cerme ini lagi dengan percaya diri. Dan alhamdulillah sekitar 600m perjalanan kami melihat cahaya ada disitu, langsung kami berkata "alhamdulillah ya ALLOH kami masih diberikan kesempatan untuk melihat cahaya matahari lagi, artinya kami semua masih di sayang sama yang diatas.
Kesasar jadi cerita tersendiri, karena dari 16 rombongan, hanya kami ber-6 yang kesasar. Jadi ada hikmahnya juga, kami jadi bisa masuk ke goa yang lebih dalam dengan ruangan yang lebih sempit disertai dengan lumpur. Setiap pengunjung yang tidak kesasar tidak akan melewati tempat yang kami telusuri dengan cemong-cemong lumpur yang ada di depan.
Untuk bapak pemandu yang ke-2, thanks ya pak sudah membawa kami keluar dari goa cerme ini. Dan untuk temen-temen yang ikut aq kesasar tadi, ga usah nyesel, karena kita memang ditakdirkan untuk kesasar agar mempunyai cerita tersendiri. Okeyyy,,,, hehee
Tidak ada komentar:
Posting Komentar