A. JUDUL PENELITIAN :
Perbedaan tingkat kecerdasan emosional antara siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Ngluwar dengan siswa-siswi kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Ngluwar.
B. RUMUSAN MASALAH
Apakah ada perbedaan tingkat kecerdasan emosional antara siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Ngluwar dengan siswa-siswi kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Ngluwar?
C. VARIABEL
Independen : kecerdasan emosional.
Dependen : siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Ngluwar dengan siswa-siswi kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Ngluwar.
D. TUJUAN PENELITAN
Untuk mengetahui perbedaan tingkat kecerdasan emosional antara siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Ngluwar dengan siswa-siswi kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Ngluwar.
E. MANFAAT PENELITIAN
a. Kegunaan Teoritis
Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan pengetahuan kepada pendidik mengenai tingkat kecerdasan emosional anak didiknya.
b. Kegunaan Praktis
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi jalan keluar bagi pendidik untuk melatih,mengatasi serta meningkatkan kecerdasan emosional anak didiknya.
F. KERANGKA TEORI
a) Pengertian Kecerdasan Emosional
Ada banyak perbedaan pendapat tentang apa yang dimaksud dengan kecerdasan emosional. Secara relatif bidang ini dianggap masih baru dalam Psikologi dan masih mencari bentuknya yang lebih mantap. Secara sederhana saya mencoba memahaminya sebagai:
· kemampuan mengenali emosi diri sendiri.
· kemampuan mengendalikan emosi dan mengambil tindakan yang tepat.
· kemampuan mengenali emosi orang lain.
· kemampuan bertindak dan berinteraksi dengan orang lain.
Dengan demikian orang yang cerdas secara emosional adalah orang yang memahami kondisi dirinya, emosi-emosi yang terjadi, serta mengambil tindakan yang tepat. Orang tersebut juga secara sosial mampu mengenali dan berempati terhadap apa yang terjadi pada orang lain dan menanggapinya secara proporsional.
Kecerdasan Emosional sangat penting untuk ditumbuhkan pada anak sekolah terutama anak remaja usia SMA, karena usia ini bisa dikatakan usia emas (Golden Age), saat remaja adalah usia yang sangat dinamis dimana rasa penasaran terhadap segala hal begitu tinggi. tingkat kemampuan saat usia remaja sangat mempengaruhi eksistensi di masa depan, disinilah penting untuk ditumbuhkan kecerdasan emosional atau yang biasa dikenal dengan EQ ( Emotional Quotient). Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk mengelola, mengolah serta mengontrol rasa yang ada pada dirinya dan orang yang ada di sekitarnya.
Penelitian telah membuktikan bahwa orang yang mempunyai kecerdasan intelektual yang dibarengi kecerdasan emosional lebih sukses daripada orang yang hanya mengandalkan kecerdasan intelektual,Daniel Goleman (1995) lewat bukunya berjudul Emotional Intelligence – Why It Can Matter More Than IQ menjelaskan disamping Kecerdasan Intelektual (IQ) ada kecerdasan lain yang membantu seseorang sukses yakni Kecerdasan Emosional (EQ). Bahkan secara khusus dikatakan bahwa kecerdasan emosional lebih berperan dalam kesuksesan dibandingkan kecerdasan intelektual.
Kemampuan emosional yang harus ditumbuhkan pada diri anak :
1. Kesadaran Diri (Self Aawareness) merupakan proses mengenali dirinya sendiri, mengenali perasaan orang lain, mengenali pilihan sehingga bisa membedakan pilihan untuk dirinya dan pilihan untuk orang lain. Tumbuhnya kesadaran diri memunculkan sikap aktip dan responsip, dengan mempunyai kemampuan ini akan mampu menghadapi situasi yang sedang dialami dan yang akan terjadi, secara akumulatif kesadaran diri membangun sikap tanggung jawab dalam diri.
2. Kemampuan Sosial
a. Empati: mengenali perasaan dan emosi orang lain serta mampu menempatkan diri dalam posisi tersebut.
b. Keahlian sosial (Social skills): mampu berinteraksi dengan orang lain, bekerjasama, mengelola konflik serta bersikap dengan tepat terhadap berbagai situasi perasaan dan emosi orang lain.
1. Assertiveness adalah kemampuan untuk mengekspresikan pemikiran,pendapat, keyakinan dan perasaanya secara langsung, jujur, beretika dan berprilaku dengan cara yang tepat tanpa menyakiti dan menyinggung orang lain. Kemampuan ini perlu adanya pembiasaan salahsatunya dengan cara memberikan ruang dan kesempatan pada anak untuk berani menyampaikan gagasan kepada temanya di dalam kelas, kalau anak sudah dibiasakan mengungkapakan pemikiran dan perasaanya terhadap teman maka anak ketika terjun ke masyarakat tidak akan kesulitan untuk menyampaikan gagasan yang ada dalam pikirannya.
2. Intrapersonal Relationship adalah kemampuan yang dapat mengenali dan memahami perasaan, motivasi, emosi, disipilin,manajemen diri, kepercayaan diri. Menurut Anderson (1999) Kecerdasan interpersonal meliputi :
· Social Sensitivity adalah kemampuan untuk merasakan dan mengamati reaksi- reaksi atau perubahan orang lain yang ditunjukkannya baik secara verbal maupun non verbal.
· Social Insight adalah kemampuan seseorang untuk memahami dan mencari pemecahan masalah yang efektif dalam satu interaksi social.
· Social Communication adalah kemampuan individu untuk menggunakan proses komunikasi dalam menjalin dan membangun hubungan interpersonal yang sehat.
Kehidupan tidak terlepas dari hubungan dengan orang lain, kecerdasan emosional sangat diperlukan untuk bisa menjaga hubungan baik dengan orang lain, orang yang mempunyai kecerdasan emosional akan lebih sukses karena dengan kecerdasan ini orang akan mudah beradaptasi, berinteraksi, berekspresi dan bersosialisasi dengan oranglain.
b) Melatih Kecerdasan Emosional
Sejak kecil kita telah memiliki emosi dan berinteraksi dengan emosi tersebut. Kebiasaan kita dalam menanganinya akan terus terbawa dan menjadi karakter seseorang ketika dewasa. Dengan demikian, alangkah berbahagianya seorang anak yang memiliki orangtua yang peka dan pelatih emosi yang baik. Anak seperti ini akan berlatih menangani dirinya sejak masa kecil.
Bagaimana jika ketika kita kurang memiliki kematangan secara emosional? Jawabannya adalah kecerdasan tersebut dapat dilatih. Cara paling awal adalah dengan mengenali emosi diri ketika terjadi. Kenali apa saja yang berkecamuk dalam dada dan suara-suara yang memerintahkan untuk bertindak. Tahapan berikutnya adalah melakukan kontrol diri terhadap berbagai bentuk emosi yang ada. Bagaimana mengendalikan diri ketika marah, tidak terpuruk ketika merasa kecewa, dapat bangkit dari kesedihan, mampu memotivasi diri dan bangkit ketika tertekan, mengatur diri dari kemalasan, menetapkan target yang menantang namun wajar, serta bisa menerima keberhasilan maupun kegagalan dengan lapang dada.
Jika hal tersebut sudah d kuasai, selanjutnya adalah melatih kematangan sosial. Bagaimana berempati, merasakan apa yang dirasakan orang lain, sehingga bisa memberi respon yang tepat terhadap sinyal-sinyal emosi yang ditampilkan orang lain. Kematangan ini akan mudah dikembangkan jika aktif terlibat dalam organisasi, bekerjasama dengan orang lain dan memiliki interaksi sosial yang intens. Latihlah kemampuan diri dalam memimpin dan dipimpin, memotivasi orang lain, serta mengatasi dan mengelola konflik.
Memahami emosi sangat membantu dalam mengenali diri dalam tahap awal. Selanjutnya adalah mengenali dan mengendalikan oknum-oknum yang saling berperang dalam diri: berbagai keinginan, kesombongan, iri hati, dengki, kebencian, amarah dan sifat-sifat lainnya. Cerdas secara emosional akan membantu diri kita pada tahap awal untuk mengenali diri dengan lebih baik, sekaligus bersikap positif dan melatih kematangan menghadapi kehidupan, apapun yang terjadi: susah atau senang, sukses atau gagal, mudah atau sulit.
G. HIPOTESIS
Ha : Ada perbedaan tingkat kecerdasan emosional antara siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Ngluwar dengan siswa-siswi kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Ngluwar.
Ho : Tidak ada perbedaan tingkat kecerdasan emosional antara siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Ngluwar dengan siswa-siswi kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Ngluwar.
H. METODE PENELITIAN
· Populasi dan Sampel
a. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Ngluwar dan siswa-siswi kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Ngluwar.
b. Sampel
Jumlah seluruh siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Ngluwar dan SMA Muhammadiyah 1 Ngluwar sekitar 250 orang, sedangkan sampel yang diambil dari masing-masing sekolah untuk penelitian ini adalah 60 orang.
· Teknik Pengumpulan Data
a. Observasi
Langkah ini di lakukan untuk memperoleh data yang berkenaan dengan kecerdasan emosional siswa-siswi XI SMA Negeri 1 Ngluwar dan SMA Muhammadiyah 1 Ngluwar.
b. Angket
Untuk mengetahui tingkat kecerdasan emosionalnya, penulis menyebarkan angket yang selanjutnya diisi dengan jawaban yang sejujur-jujurnya.
c. Teknik Analisis Data
Analisis data yang digunakan dalam penelitian untuk memperoleh data yaitu memakai analisis kuantitatif yang berbentuk angka yang bertujuan agar dapat mengetahui apakah ada perbedaan tingkat kecerdasan emosional antara siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Ngluwar dan siswa-siswi kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Ngluwar.
I. ANALISA DATA
Data 1 : Data 2 :
20 25 21 80 35 45 51 66 30 25 50 30 15 52 38 20 40 51 25 30
42 50 25 75 30 40 63 75 32 30 35 65 20 20 24 21 25 52 65 35
35 35 45 73 20 39 73 70 45 20 40 70 25 10 36 22 30 35 35 41
42 30 22 66 21 28 35 25 46 35 25 25 30 25 43 35 21 20 25 37
30 15 43 65 24 26 35 40 35 45 15 32 21 60 52 70 23 15 44 35
60 70 53 40 26 50 20 25 20 60 10 51 25 37 51 51 40 10 41 30
Untuk Data 1 :
R = H

L
BK = 1+(3,3)log 60
PK =
= 80

15
= 1+(3,3) 1,77
=

= 65
= 6,86
® 6/7
= 10,83
10/11
Interval
|
|
|
|
|
|
71-80
|
5
|
75,5
|
5
|
25
|
625
|
61-70
|
6
|
65,5
|
4
|
24
|
576
|
51-60
|
4
|
55,5
|
3
|
12
|
144
|
41-50
|
10
|
45,5
|
2
|
20
|
400
|
31-40
|
12
|
35,5
|
1
|
12
|
144
|
21-30
|
17
|
25,5 
|
0
|
0
|
0
|
11-20
|
6
|
15,5
|
-1
|
-6
|
36
|

87

1925
= 25,5 + 14,5 = 10. 5,475 = 7,127
= 40 = 54,75
Untuk Data 2 :
R = H

L
BK
= 1+(3,3)log 60
PK =
= 70

10
= 1+(3,3) 1,77
=

= 60
= 6,86
® 6/7
= 10

Interval
|
|
|
|
|
|
61-70
|
4
|
65,5
|
4
|
16
|
256
|
51-60
|
8
|
55,5
|
3
|
24
|
576
|
41-50
|
5
|
45,5
|
2
|
10
|
100
|
31-40
|
14
|
35,5
|
1
|
14
|
196
|
21-30
|
19
|
25,5 
|
0
|
0
|
0
|
11-20
|
7
|
15,5
|
-1
|
-7
|
7
|
1-10
|
3
|
5,5
|
-2
|
-6
|
12
|

51

1147
= 25,5 + 8,5 = 10. 4,288 = 5,582
= 34 = 42,88
Ø Standar Eror Perbedaan :
=
= 
= 
=
= 9,052
th ( t hitung ) =
= 
= 
= 0,662
db = 
= 60
= 118
Berarti 118 ikut di 125 dalam table :
|
|
5%
|
1%
|
|
100
125
150
|
1,98
1,98
1,98
|
2,63
2,62
2,61
|
5%
1,98
th < tt (t tabel) = 0,662 < 1,98
= tidak ada perbedaan.
J. KESIMPULAN
Berdasarkan analisis data yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa th(t hitung) lebih kecil(<) daripada tt (t tabel). Ini berarti bahwa tidak ada perbedaan tingkat kecerdasan emosional antara siswa-siswi kelas XI SMA Negeri 1 Ngluwar dengan siswa-siswi kelas XI SMA Muhammadiyah 1 Ngluwar. Jadi Ha ditolak dan Ho diterima.
DAFTAR PUSTAKA
· Kecerdasan Emosional oleh Daniel Goleman, Gramedia Pustaka 1996. Diterjemahkan dari Daniel Goleman (1995). Emotional Intelligence. New York: Bantam Books
· Mengembangkan Kecerdasan Emosional Anak oleh John Gottman, Ph. D. dan Joan DeClaire, Gramedia Pustaka, 2008. Diterjemahkan dari John Gottman, Ph. D. & Joan DeClaire (1997). The Heart of Parenting.